Kamis, 09 Juli 2015

Mahoni di Memory by Windry Ramadhina

Karakter #Mahoni dan #Sigi di novel #MEMORY karya penulis kesayanganku #WindryRamadhina

Cerita yang memikat, bercerita tentang masa kecilnya yang penuh dengan aroma kayu, pernis dan suara palu dipukul seakan bercerita bagaimana sosok Ayah yang dibencinya sesungguhnya adalah sosok paling dirindukannya.

Lalu semua penjelasan tentang konte sanguin, folkcloric atau sketsa usang memikatku untuk tahu lebih banyak tentang dunia arsitek yang begitu dikuasai oleh Windry.

Aku bahkan berandai andai puteriku akan mengagumi Gugenheim sama seperti Mahoni di novel ini.

Mahoni yang tersesat dlm gambaran semu dunia Mae yang kelam,
Mahoni yang mandiri mengejar impiannya hingga ke benua lain,
Mahoni yang memuja seorang lelaki yang lekat dengan masa lalunya,
Mahoni yang merindu hingga
Mahoni yang akhirnya luluh pada keteguhan dan kepolosan Sigi, adik tirinya.

Mahoni mengingatkanku bahwa ada kalanya mimpi yang kita kejar dengan sepenuh hati harus luruh demi sebua mimpi baru untuk seseorang yang kita sayangi.

Sigi dan Mahoni adalah penggambaran sempurna tentang kasih sayang pada saudara. Mahoni dan Sigi juga membuatku percaya, bahwa kebahagiaan itu adalah hak kita. Kita berhak bahagia sebagaimana kita bahagia bila orang yng kita sayangi juga bahagia.

Dan Mahoni membuktikan, dunia tak sekelam cerita Mae.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar