Rabu, 21 September 2011

LELAKI KEBANGGAAN KAMI


Lelaki   yang sering terlupakan

Sosoknya tidaklah istimewa, secara  fisik lelaki itu seperti lelaki kebanyakan, berkulit hitam, entah darah dari mana yang mengalir begitu dominan  dalam  tubuhnya yang membuat terlihat begitu kontras dengan yang lain.

 Fisiknya  tidak bisa  dikatakan sempurna  bagi orang kebanyakan tapi  cukuplah untuk mebuat beberapa gadis merasa seperti sang putri bila berhadapan dengannya.Bagaimana bisa? Mungkin itulah  yang terbersit dalam fikiran anda.

Namanya unik, seunik orangnya, tidak  lazim bagi orang kebanyakan, sedikit sulit terucap dari lidah  jawa ataupun melayu karena  sedikit ada unsur Chinese dalam pengucapan, tetapi sedikit ambigu dalam nama lengkapnya. Makin penasaran..?

Lelaki  itu adalah lelaki perkasa yang banyak menghirup asam garam kehidupan. Usianya masih begitu muda, masih  masih terlalu dini untuk menyerah pada  takdir, , tapi pahitnya kehidupan entah mengapa terlalu sering menyapanya. Takdir berkata bahwa  lelaki itu harus  kuat menghadapi segala  ujian hidup, tapi apalah arti kekuatan bagi seorang lelaki yang tak bisa  dibilang sempurna  ini.

Baginya ujian hidup semakin menambah kesengsaraan batin dan  penderitaan yang semakin tak berujung. Lelaki itu mencoba menghujat sang Maha mengapa  begitu berliku jalan yang harus  ditempuhnya, mengapa  hidupnya  tak  bisa  semulus  yang lainnya? Hujatan   dan  makian  semakin sering keluar dari mulut lelaki itu.

Sang  Maha  seolah  semakin  suka mengajaknya bermain dengan  ujian   hidup. Sang lelaki semakin jauh melangkah, narkoba  dan minuman  menjadi pelampiasannya. Orang terdekat menjadi musuh baginya. Bahkan sang  perantara  kemunculannya kedunia  juga turut terhujat. Lelaki itu  semakin  jauh. Lelaki itu semakin  tenggelam  dnegan  dunia kecilnya. Dan ketika  sang lelaki mulai tak kembali  ada kerinduan  yang  semakin terpatri dalam  hati.

Wahai  kau lelaki perkasa , maafkan kami yang  selama ini tak pernah benar benar mendengarkanmu,   maafkan kami yang selama ini terlalu sibuk menyalahkanmu,.Wahai lelaki perkasa yang entah sekarang ada dimana, rindukah engkau pada kami yang tak pernah benar benar  menjadi sahabatmu...?.  Wahai lelaki yang telah  begitu lama  bergelut dengan pedihnya  kesendirian, masihkah ada secuil rindu dari dalam hatimu untuk kami yang tak pernah merindukanmu selama ini. .?

Sikap diam lelaki itu semakin menjauhkannya dari kami.  Akhirnya lelaki itu mencoba kembali,  menata kembali  jalan kehidupan yang semakin rumit tuk diurai, jalannya  masih panjang dan  sang lelaki semakin tergesa mengejar . sang waktu seolah enggan berbagi , sang lelaki semakin tertinggal jauh dibelakang. Sang pembanding semakin tinggi menjulang, sejauh mata memandang sang lelaki hanya bisa menatap dari kejauhan, terlihat jelas kelokan tajam disetiap tikungan. Tetapi asa dan tekad sudah  tergenggam. Sang lelaki tidak mau hanya diam.

Dengan  semua ketidak sempurnaan yang ia miliki, sang lelaki semakin berani  mengejar sang mimpi , meskipun harus  berlari, sang lelaki tak lagi peduli.

Wahai kau lelaki yang hampir terlupakan, tetaplah  tegar seperti karang.Tetaplah berani seperti  beruang. Mimpimu  adalah mimpi kami. Teruslah berlari tapi kau tak lagi sendiri. Jagalah cahaya  itu agar tak padam lagi. Karena  kami kan selalu mendampingi. Maafkan bila kami  hanya mampu menemani sampai dibatas ini. Karena  sesungguhnya tak pernah ada yang bisa meraih mimpi itu selain dirimu sendiri.

Jaga dirimu wahai lelaki perkasa.Tetaplah kuat , karena kau adalah tumpuan kami. Mungkin kau tak pernah menyadari bahwa kami akan selalu membutuhkan kekuatanmu. Keperkasaanmu untuk tempat berlindung kami yang rapuh. Keteguhanmu untuk selalu ada dalam  setiap langkah kami. Kewibawaanmu untuk selalu menjaga kami. Kecerdasanmu untuk selalu membela kami dan kearifanmu untuk selalu mengasihi kami.
Wahai lelaki yang  sangat kami sayangi. Tetaplah menjadi matahari kami, kekuatan kami dan pelindung kami. Karena sesungguhnya kaulah penjaga kami sampai mati.

Terinspirasi dari  note seorang sahabat maya yang begitu menyentuh, kucoba merangkai sedikit kata untuk adikku tersayang yang sedang berjuang menguatkan hati tuk sekedar membuktikan pada kami bahwa kau adalah seorang pemberani yang mampu berjuang sendiri tanpa kami.

Untuk adikku tersayang, tetaplah berjuang sayang, meskipun kau rasakan mimpi itu tak kunjung tergenggam, karena  kami akan selalu mendukungmu. Tapi bila kau rasa ragamu tak sanggup lagi berjuang sendiri, kembalilah karena kau selalu kami nanti, tak perlu pembuktian apapun karena kau tetap menjadi lelaki kami yang berani.

Peluk sayang dari Mami, papi, ayuk dan adik adikmu tersayang pipit, dedek dan ayu.
Ingatlah sayang bahwa kami semua sangat tergantung pada dirimu. Kami butuh dirimu utuh untuk  selalu ada disamping kami. Menjaga dan mengasihi kami.

Ayukmu
Surabaya, 8 agustus 2011

Akhirnya tepatlah sudah waktunya, ketika kudengar via telfon bahwa kau sudah kembali, dengan berjuta cerita  yang kau bagi pada kami, sedikit miris karena  tersirat kisah sedih hampir disetiap helaan nafasmu tapi masih tetap yang terlihat adalah  semangatmu.. selamat datang kembali  adikku, ditempat dimana seharusnya kau masih layak berdiri disamping mami papi dan  kami.
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin... untuk adikku tersayang MEYSUCIN FEROSISKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar